Klasifikasi Media
1. Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke
penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh
media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape
recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll.
2. Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual
dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual diam (2) media visual gerak
a. Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan
potongan gambar, film bingkai, film rngkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster,
peta, dan lain- lain.
b. Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film
bisu dan sebagainya.
3. Media audio visual
Media audiovisual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar.
Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu (1)
madia audio visual diam, dan (2) media audio visual gerak.
a). Media audiovisual diam diantaranya TV diam, film rangkai bersuara, halaman
bersuara, buku bersuara.
b). Media audio visual gerak diantaranya film TV, TV, film bersuara, gambar
bersuara, dll.
4. Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu
daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat
dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya :
Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a). Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis,
papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b). Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama.
c). Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . contoh
pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan
mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d). Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah
Latuheru (1988) menyatakan bahwa (1) media pembelajaran berguna menarik
minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan, (2) media
pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap
materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat
dan terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan
keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:
1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat
konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas
diri sendiri untuk belajar.
4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat
melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan
beragam.
Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan
pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Manfaat positif dari penggunaan media
sebagai bagian integral pengajaran di kelas adalah sebagai berikut: 1).
Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau
mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. 2). Pengajaran bisa
lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat
siswa tetap terjaga dan memperhatikan. 3). Pembelajaran menjadi lebih
interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis
yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan. 4). Lama
waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat untuk mengantarkan
pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya
dapat diserap oleh siswa. 5). Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan 6).
Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan. 7). Sikap positif siswa
terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat
ditingkatkan. 8). Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif,dalam
proses belajar mengajar.
BERBAGAI JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang palng sederhana dan
murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri
dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk
langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang.
Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media.
Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara,
visual dan gerak):
1. Media audio
2. Media cetak
3. Media visual diam
4. Media visual gerak
5. Media audio semi gerak
6. Media visual semi gerak
7. Media audio visual diam
8. Media audio visual gerak
Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:
1. audio : Kaset audio, siaran
radio, CD, telepon
2. cetak : buku pelajaran, modul,
brosur, leaflet, gambar
3. audio-cetak : kaset audio
yang dilengkapi bahan tertulis
4. proyeksi visual diam :
Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5. proyeksi audio visual diam :
film bingkai slide bersuara
6. visual gerak
: film bisu
7. audio visual gerak
: film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
8. obyek fisik
: Benda nyata, model, spesimen
9. manusia dan lingkungan
: guru, pustakawan, laboran
10. komputer : CAI
Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media
kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio,
transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya,
yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media
kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll),
media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).
Henrich, dkk menggolongkan:
1. media yang tidak diproyeksikan
2. media yang diproyeksikan
3. media audio
4. media video
5. media berbasis komputer
6. multi media kit.
Pada artikel ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media
audio, dan media audio-visual.
jenis media belajar, diantaranya:
1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster,
kartun, komik
2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa,
dan sejenisnya
3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP),
LCD Proyektor dan sejenisnya
4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD,
VTR), komputer dan sejenisnya.
5. Study Tour Media : Pembelajaran langsung ke obyek atau
tempat study seperti Museum, Candi, dll.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual,
audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan
secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media.
Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion
media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran,
sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :
Jenis Media 1 2
3 4 5 6
Gambar Diam S T S
S R R
Gambar Hidup S T
T T S S
Televisi S S
T S R S
Obyek Tiga Dimensi R T
R R R R
Rekaman Audio S R
R S R S
Programmed Instruction S S
S T R S
Demonstrasi R S
R T S S
Buku teks tercetak S R
S S R S
Keterangan :
R = Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila
tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya
media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang
dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat
digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas),
maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria
lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan;
keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
A. MEDIA VISUAL
1. Media yang tidak diproyeksikan
a. Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak
harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek.
Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada
siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi
makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
b. Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang
merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan
model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk
mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem
ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan
melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik
perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau
konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal.
Jenis-jenis media grafis adalah:
1) gambar / foto: paling umum digunakan
2) sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian
siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
3) diagram / skema: gambar sederhana yang
menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu
secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel
samapai organisme.
4) bagan / chart : menyajikan ide atau konsep
yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu
memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering
dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang
verbal.
5) grafik: gambar sederhana yang menggunakan
garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data
kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2. Media proyeksi
1. Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar
tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat
bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media
transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan
perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi,
yaitu:
- Mengambil dari bahan
cetak dengan teknik tertentu
- Membuat sendiri secara
manual
2. Film bingkai / slide adalah film transparan
yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket
berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai
hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan
lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih
mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
B. MEDIA AUDIO
1. Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan
berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan
peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya.
Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
2. Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah.
Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan
perawatan murah.
C. MEDIA AUDIO-VISUAL
1. Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak
dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2. Media komputer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu
menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara
interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet
dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan
sumber belajar yang hampir tanpa batas.
Rabu, 18 Juni 2014
Fungsi dan prinsip media pembelajaran
FUNGSI MEDIA
PEMBELAJARAN
A.
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa
latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’, atau
’pengantar’ dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah
berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,2002:6).
Banyak batasan yang diberikan
orang tentang media. Asosiasi teknologi dan komunikasi pendidikan (Association
of Education and Communication Technology/AECT) di Amerika, membatasi media
sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan
atau informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis
komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film,
kaset, film bingkai, adalah contoh-contohnya (Sadiman, 2002:6).
Dari beberapa definisi tersebut
dapat disimpulkan mengenai pengertian media pembelajaran. Media pembelajaran
adalah suatu perantara yang digunakan oleh pendidik/guru untuk menyalurkan
pesan atau informasi kepada siswanya sehingga siswa tersebut dapat terangsang
ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Dapat dikatakan pula media pembelajaran
dapat memudahkan siswa untuk menerima pembelajaran yang disampaikan
pendidik/guru.
B.
Dasar Analisis Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Wahyudi (2003) analisis
terhadap fungsi media pembelajaran ini lebih di fokuskan pada dua hal, yaitu
analisis fungsi yang di dasarkan pada medianya dan di dasarkan pada
penggunaannya.
Analisis fungsi yang di dasarkan
pada media terdapat tiga fungsi media pembelajaran, yakni
- media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar,
- fungsi semantik,
- fungsi manipulatif.
Analisis fungsi yang di dasarkan
pada penggunaannya dapat dibagi menjadi dua fungsi, yaitu
- fungsi psikologis,
- fungsi sosio kultural.
Dengan demikian terdapat lima
fungsi media pembelajaran yang akan menjadi fokus pada pembahasan ini. Pada
dasarnya fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar.
Fungsi-fungsi lain adalah pertimbangan pada kajian ciri-ciri umum yang
dimilikinya, bahasa yang di pakai menyampaikan pesan dan dampak atau efek yang
di timbulkannya. Ciri-ciri (karakteristik) umum media yang di maksud adalah
kemampuan merekam, menyimpan, melestarikan, merekontruksi, dan mentransportasi
suatu peristiwa atau objek. Kemudian yang di maksud bahasa yang di
gunakanmenyampaikan pesan adalah bahasa variabel dan nonvariabel. Terakhir
adalah tentang efek yang di timbulkannya. Bentuk kongrit dari efek ini adalah
terjadinya perubahan tingkah laku dan sikap siswa sebagai akibat interaksi
antara dia dengan pesan, baik perubahan itu secara individu maupun secara
kelompok. Dan ini merupakan tujuan utama media, yakni mengefektifkan peroses
komunikasi pembelajaran sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.
C.
FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
1. Fungsi Media
Pembelajaran Sebagai Sumber Belajar
Secara teknis, media pembelajaran
sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumberbelajar” ini tersirat makna
keaktifan, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain lain. Fungsi
media pembelajaran sebagai sumber belajar adalah fungsi utamannya di samping
adanya fungsi-fungsi lain yang akan kita bahas di dalam makalah ini.
Sehingga untuk beberapa hal media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru
terutama sebagai sumber belajar. Misalnya ketika guru menyuruh siswanya untuk
membaca buku pelajaran. Hal ini, buku menggantikan guru sebagai sumber belajar
siswa. Dengan membaca buku, siswa memperoleh ilmu serta informasi yang tertulis
di sana.
Mudhoffir dalam bukunya yang
berjudul “Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Belajar” (1992:1-2) menyebutkan
bahwa sumber belajar pada hakekatnya merupakan komponen sistem instruksional
yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan yang dapat
mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami
sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan memudahkan
proses belajar mengajar.
Kemudahan tersebut tentunya akan
membuat proses transfer ilmu semakin cepat dan tepat. Misalnya ketika guru
kelas 1 SD mengajarkan penjumlahan dalam matematika. Bagi siswa yang baru
memulai mengenal penjumlahan tentu akan sulit untuk mengoperasikannya melalui
angka-angka. Mengingat kemampuan berpikir abstrak anak saat itu belum
berkembang, alangkah baiknya jika guru menggunakan benda seperti pulpen, lidi,
kelereng. Dengan demikian, siswa bisa melihat dan memahami secara visual proses
pengoperasian bilangan tersebut.
2. Fungsi
Semantik
Fungsi semantik adalah kemampuan
media dalam menambah perbendaharaan kata yang makna atau maksudnya benar-benar
di pahami oleh anak didik. Bahasa meliputi lambang (simbol) dari isi yakni
pikiran atau perasaan yang keduannya telah menjadi totalitas pesan yang tidak
dapat di pisahkan. Unsur-unsur dasar dari bahasa itu adalah ”kata”. Jadi,
gambar harimau di pakai sebagai simbol keberanian. Kata akan bermakna bila
telah di rujukan kepada sejumlah objek tertentu.
Manusialah yang memberi makna
kepada kata pada konteks pendidikan dan pembelajaran. Gurulah yang menjadi
makna pada setiap kata yang di sampaikannya. Bila simbol-sombil kata variabel
tersebut hanya merujuk pada benda, maka masalah komunikasi akan menjadi masalah
yang sederhana. Sehingga guru tidak terlalu sulit untuk menjelaskan.
3. Fungsi
Manipulatif
Fungsi manipulatif ini di
dasarkan pada ciri-ciri (karakteristik) umum yaitu kemampuan merekam,
menyimpan, melestarikan, merekontruksi, dan mentransportasi suatu peristiwa
atau objek. Berdasarkan karakteristik umum ini, media memiliki dua kemampuan,
yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu, mengatasi keterbatasan inderawi.
Kemampuan media pembelajaran yang
mengatasi ruang dan waktu, yaitu:
- Kemampuan media dalam menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit di hadirkan dalam bentuk aslinya.
Contoh:
Ketika guru ingin mengambarkan
keadaan bencana alam seperti gunung meletus, tidak mungkin guru menghadirkan
keadaan tersebut ke dalam ruang kelas atau bahkan mengajak siswanya pergi ke
gunung dan melihat secara langsung peristiwa tersebut. Namun, lewat media foto
dan video yang ditampilkan, siswa sudah bisa melihat secara nyata keadaan
bencana alam tersebut.
b. Kemampuan media menjadikan
objek atau peristiwa yang menyita waktu panjang menjadi singkat.
Contoh:
Ketika dalam pelajaran IPA
mengenai proses pertumbuhan tanaman, tentu untuk menunjukkan hal tersebut pasti
membutuhkan waktu yang lama. Dengan bantuan media seperti buku maupun video,
guru dapat lebih cepat dalam menunjukkan proses pertumbuhannya.
- Kemampuan media dalam menghadirkan kembali objek atau peristiwa yang telah terjadi.
Contoh:
Ketika dalam pelajaran sejarah,
guru tidak cukup hanya menceritakan peristiwa di masa lampau. Untuk
menghadirkan kembali peristiwa dalam sejarah, guru dapat menunjukkan foto-foto
ataupun memutar film dokumenter. Sehingga siswa seakan-akan diajak bertamasya
ke masa lampau.
Kemampuan media pembelajaran
dalam mengatasi keterbatasan inderawi manusia, yaitu:
a. Membantu siswa memahami objek
yang sulit di amati karena terlalu kecil, seperti molekul, atom, dan sel.
Contoh:
Penggunaan mikroskop atau Lup
bisa membantu siswa mengamati dengan jelas benda yang ukuran kecil atau bahkan
sangat kecil.
b. Membantu siswa dalam memahami
objek yang bergerak terlalu lambat atau terlalu cepat.
Contoh
Seperti proses metemorfosis pada
kupu-kupu, proses perubahan ulat untuk berubah menjadi kupu-kupu tentu
membutuhkan waktu yang lama. Dengan video tentang metamorphosis atau
menunjukkan gambar proses metamorphosis, tentu siswa tidak perlu menunggu
berhari-hari untuk melihat peristiwa tersebut.
c. Membantu siswa dalam memahami
objek yang membutuhkan kejelasan suara.
Contoh:
Seperti cara membaca al quran
sesuai dengan kaidah tajwid. Siswa bisa membaca sambil mendengarkan bacaan al
quran dari kaset. Hal ini tentunya harus dilakukan sampai dapat membaca al
quran dengan baik dan benar.
d.Membantu siswa memahami objek
yang terlalu kompleks,
Contoh:
Guru menggunakan peta untuk
memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan, misalnya seperti: pemukiman,
sawah, ladang, pegunungan, sungai, batas wilayah, dll.
4. Fungsi
Psikologis
a. Fungsi Atensi
Media pembelajaran dapat
meningkatkan perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Setiap
orang memiliki sel saraf penghambat, yakni sel khusus yang berfungsi membuang
sejumlah sensasi yang datang. Dengan adanya sel penghambat ini, para siswa
dapat memfokuskan perhatiannya pada rangsangan yang dianggapnya menarik dan
membuat rangsangan yang lainnya dengan demikian, media belajar yang tepat guna
adalah media belajar yang menarik dan memfokuskan siswa. Dalam psikologi
komunikasi, fenomena ini terjadi ketika kita memperhatikan rangsangan tertentu
sambil membuang rangsangan yang lainnya disebut perhatian selektif (selectiv
attention). Contoh saat pembelajaran IPA tentu terasa sangat membosankan
jika hanya sekedar menyampaikannya secara teori.
b. Fungsi afektif
Fungsi afektif yaitu menggugah
perasaan, emosi, dan tingkatan penerimaan atau penolakan siswa terhadap
sesuatu. Setiap orang memiliki gejala batin jiwa yang berisikan kualitas
karakter dan kesadaran. Ia berwujud pencurahan perasaan minat, dan sikap penghargaan,
nilai-nilai, atau perangkat emosi dan kecenderungan kecenderuangan batin. Media
pembelajaran yang tepat guna dapat meningkatkan sambutan dan penerimaan siswa
terhadap stimulus tertentu. Sambutan dan penerimaan tersebut berupa kemauan,
dengan adannya media pembelajaran, terlihat pada diri siswa kesediaan untuk
menerima beban pelajaran, dan untuk itu perhatiannya akan tertuju pada
pembelajaran yang di ikutinnya. Hal lain dari penerimaan itu adalah munculnya
tanggapan yaitu partisipasi siswa dalam keseluruhan proses pemebelajaran siswa
secara suka rela. Hal ini merupakan relaksasi siswa terhadap rangsangan yang di
terimannya. Apabila siswa tersebut di lakukan dengan terus menerus, maka tidak
menutup kemungkinan jiwannya melakukan penilaian dan penghargaan terhadap
nilai-nilai atau norma-norma yang di perolehnnya. Pada tingkat tertentu nilai
nilai atau norma-norma itu akan di terimannya dan di yakininnya. Kemudian
terjadilah pengorganisasian nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, ide, dan
sikap yang menjadi sistem batin yang konsisten yang di sebut dengan
karakteristik.
c. Fungsi kognitif
Siswa yang belajar melalui media
pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk yang mewakili
objek-objek yang di hadapi, baik objek berupa orang, benda, atau
kejadian/peristiwa. Objek-objek itu di dihadirkan dalam diri seseorang melalui
tanggapan, gagasan atau lambang, yang dalam psikologi semuanya merupakan
sesuatu yang bersifat mental. Belajar melalui kegiatan seperti darmawisata,
siswa mampu menceritakan pengalamannya selama melakukan kegiatan itu kepada
temannya. Tempat-tempat yang ia kunjungi selama berdarmawisata tidak di bawa
pulang, dirinya sendiri juga tidak hadir di tempat darma wisata itu saat ia
bercerita pada temannya tersebut. Tetapi semua pengalaman tercatat di dalam
benaknya. Dalam bentuk gagasan-gagasan dan tanggapan-tanggapan. Gagasan dan
tanggapan itu di tuangkan dalam kata-kata yang di sampaikan kepada temannya
yang mendengarkan ceritannya. Dengan demikian pengalaman selama berkunjung ke tempat
darma wisata di wakilkan dalam betuk gagasan atau tanggapan yang kedua dalam
bentuk mental. Jelaslah kirannya, media pembelajaran itu telah andil dalam
mengembangkan kognitif siswa. Semakin banyak ia di hadapkan dengan objek-objek
akan semakin banyak pula pikiran dan gagasan yang dimilikinya, atau semakin
kaya dan luas pikiran kognitifnya.
d. Fungsi imajinatif
Media pembelajaran dapat
meningkatkan dan mengembangkan imajinatif siswa. Imajinatif dalam kamus lengkap
psikologi adalah proses menciptakan objek atau peristiwa tanpa pemanfaatan data
sensoris. Imajinatif ini mencakup penimbulan atau kreasi objek-objek baru
sebagai rencana di masa mendatang, atau dapat pula mengambil bentuk fantasi
(khayal). Misalnya guru memberikan gambar tentang peristiwa tanah longsor.
Tentu secara otomatis anak akan berpikir dan berimajinasi kenapa peristiwa
tersebut bisa terjadi.
e. Fungsi motivasi
Motivasi merupakan seni yang
mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan
pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha dari pihak luar
adalah guru untuk mendorong, mengaktifkan, menggerakkan siswannya untuk
terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru dapat memotivasi siswanya
dengan cara membangkitkan minat belajarnnya dan dengan cara memberikan dan
menimbulkan harapan. Harapan akan tercapainnya hasrat dan tujuan dapat menjadi
motivasi yang di timbukan guru kedalam diri siswa. Salah satu pemberian harapan
itu yakni dengan cara memudahkan siswa, bahkan yang dianggap lemah sekalipun
dalam memahami dan menerima isi pelajaran yakni melalui pemanfaatan media
pembelajaran yang tepat guna.
5. Fungsi Sosio
Kultural
Fungsi media pembelajaran dilihat
dari sosio kultural, yaitu mengatasi hambatan sosio kultural antar peserta
komunikasi pembelajaran. Bukan hal yang mudah untuk memahami para siswa yang
memiliki jumlah yang cukup banyak (paling tidak dalam satu kelas berjumlah 40
orang). Masing masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda apalagi
dihubungkan dengan adaptasi, keyakinan, lingkungan, pengalaman, dan lain lain.
Sedangkan dari pihak lain, kurikulum dan materi ajar ditentukan dan dilakukan
secara sama untuk setiap siswa. Tentunya guru akan menghadapi kesulitan
terlebih guru harus mengatasinya sendiri. Apalagi bila latar belakang dirinnya
(guru) baik adat, budaya, lingkungan, dan pengalaman yang berbeda dari para
siswannya. Hal ini dapat di atasi dengan media pembelajaran, karena media
pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsangan yang sama,
mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
Menurut Sumadi (2012) secara umum
manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan
siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan
secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
1. Penyampaian
Materi Pembelajaran Dapat Diseragamkan
Dengan bantuan media
pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat
mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
2. Proses
Pembelajaran Menjadi Lebih Jelas dan Menarik
Media dapat menampilkan informasi
melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi,
sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup,
tidak monoton dan tidak membosankan. Proses pembelajaran menjadi lebih
interaktif. Dengan media akan terjadinya komunikasi dua arah secara aktif,
sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
3. Efisiensi
Dalam Waktu dan Tenaga
Dengan media pembelajaran tujuan
belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga
seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara
berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih
mudah memahami pelajaran.
4. Meningkatkan
Kualitas Hasil Belajar Siswa
Media pembelajaran dapat membantu
siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar
informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika
diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri
melalui media pemahaman siswa akan lebih baik. Media memungkinkan proses
belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat
dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar
dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu
kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru
di luar lingkungan sekolah. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa
terhadap materi dan proses belajar. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik
sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari
sendiri sumber-sumber ilmu
Cara memilih media yang tepat.
Ada sejumlah pertimbangan dalam
memilih media pembelajaran yang tepat. Untuk lebih mudah memngingatnya,
pertimbangan tersebut dapat kita rumuskan dalam satu kata ACTION, yaitu akronim dari: Access, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan Novelty.
- Access
Kesimpulannya adalah dalam pemilihan media
pembelajaran yang paling penting adalah efektifitas dan manfaat dari media tersebut
selama proses pembelajaran berlangsung.
- Access
Kemudahan akses menjadi pertimbangan
pertama dalam memilih media. Apakah media yang kita perlukan itu tersedia,
mudah, dan dapat dimanfaatkan oleh murid? Misalnya, kita ingin menggunakan media
internet, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah ada saluran untuk
koneksi ke internet? Akses juga menyangkut aspek kebijakan, misalnya apakah
murid diijinkan untuk menggunakannya? Komputer yang terhubung ke internet
jangan hanya digunakan untuk kepala sekolah, tapi juga guru, dan yang lebih
penting untuk murid. Murid harus memperoleh akses.
- Cost
Biaya juga harus dipertimbangkan.
Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita. Media canggih biasanya
mahal. Namun, mahalnya biaya itu harus kita hitung dengan aspek menfaatnya.
Semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost
dari sebuah media akan semakin menurun.
- Technology
Mungkin saja kita tertarik kepada
satu media tertentu. Tapi kita perlu perhatikan apakah teknologinya tersedia
dan mudah menggunakannya.
Katakanlah kita ingin menggunakan media audio visual di kelas. Perlu kita
pertimbangkan, apakah ada listrik, voltase listrik cukup dan sesuai?
- Interactivity
Media yang baik adalah yang dapat
memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Setiap kegiatan
pembelajaran yang anda kembangkan tentu saja memerlukan media yang sesuai
dengan tujuan pembelajaran tersebut.
- Organization
Pertimbangan yang juga penting
adalah dukungan organisasi. Misalnya, apakah pimpinan sekolah atau yayasan
mendukung?Bagaimana
pengorganisasiannya? Apakah
di sekolah ini tersedia satu unit yang disebut pusat sumber belajar?
- Novelty
Kebaruan dari media yang anda pilih
juga harus menjadi pertimbangan. Media yang lebih baru biasanya lebih baik dan
lebih menarik bagi siswa.
Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, ada pula
kriteria pemilihan media pembelajaran yang
benar, yaitu :
1. Topik menarik bagi siswa
2. Materi dalam media penting bagi siswa
3. Relevan dengan kurikulum yang berlaku
4. Materinya autentik dan faktual
5. Fakta atau konsepnya benar
6. Format sistematis dan logis
7. Objektif berorientasi kepada kebutuhan siswa
8. Narasi, gambar, efek, warna dan sebagainya memenuhi syarat
kualitas
9. Bahasa, ilustrasi, simbol komunikatif
10. Sudah
teruji daya dukungnya
Secara umum prosedur pemilihan media pembelajaran ada enam
langkah, yaitu:
1) Menentukan apakah pesan yang akan disampaikan itu merupakan
tujuan pembelajaran atau hanya sekedar merupakan informasi
atau hiburan.
2) Menetapkan apakah media itu di rancang untuk keperluan
pembelajaran atau instruksional atau alat bantu mengajar (peraga).
3) Menetapkan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar
tersebut akan digunakan strategi afektif, kognitif atau psikomotorik.
4) Menetukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok
untuk strategi yang di pilih dengan mempertimbangkan ketentuan atau criteria,
kebijakan, fasilitas, kemampuan produksi dan biaya.
5) Mengulas kembali kelemahan dan kelebihan
media yang dipilih, bila perlu mengkaji kembali alternatif-alternatif yang ada.
6) Perencanaan pengembangan dan produksi media tersebut.
Dengan
pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat diperoleh manfaat-manfaat
diantaranya :
1. Mengatasi
keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh siswa
2.
Memungkinkan adanya interaksi
langsung antara siswa dengan lingkungannya
3.
Menanamkan konsep dasar yang benar,
konkret, dan realistis
4.
Membangkitkan motivasi dan keinginan
serta minat bagi siswa untuk belajar
Langganan:
Postingan (Atom)